Sendawar, Kutai Barat — RSUD Harapan Insan Sendawar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien melalui implementasi inovasi SIAP-SOP (Sistem Audit dan Pembinaan Kepatuhan SOP). Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya kerja keperawatan yang profesional, terstandar, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

SIAP-SOP merupakan aksi perubahan yang digagas oleh Esti Vera Yosa, S.Kep., Ners., selaku Kepala Seksi Keperawatan dan Kebidanan Rawat Inap, dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Tahun 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat kepatuhan perawat terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) melalui pendekatan audit berkelanjutan, pembinaan langsung, evaluasi, dan tindak lanjut perbaikan.

Inovasi Digital untuk Meningkatkan Kepatuhan SOP

Implementasi SIAP-SOP dilaksanakan sejak akhir Agustus 2026 dengan melibatkan berbagai unsur rumah sakit, mulai dari manajemen, kepala ruangan, auditor, Champions SOP, hingga tim teknologi informasi.

Sebagai langkah awal, program diterapkan pada dua ruang percontohan, yaitu Ruang Bengkirai dan Ruang Benggris, dengan fokus pada tiga SOP prioritas: pemasangan infus, pemberian obat injeksi, dan perawatan luka.

Untuk mendukung kemudahan akses dan pemahaman terhadap standar pelayanan, SIAP-SOP mengintegrasikan sejumlah perangkat inovatif, meliputi digitalisasi akses 158 SOP melalui QR Code, Buku Saku Quick Reference SOP, instrumen audit digital, serta dashboard pemantauan kepatuhan.

Keunggulan SIAP-SOP terletak pada pendekatan pembinaan yang edukatif dan kolaboratif. Setiap ketidaksesuaian yang ditemukan saat audit ditindaklanjuti melalui coaching singkat, diskusi, dan pendampingan langsung agar perawat memahami serta mampu menerapkan langkah SOP secara konsisten.

Hasil Implementasi Menunjukkan Peningkatan Signifikan

Pelaksanaan audit secara bertahap menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan hasil evaluasi pada dua ruang percontohan, tingkat kepatuhan SOP meningkat dari 63,1 persen pada baseline menjadi 81,1 persen pada Siklus 1, 93,6 persen pada Siklus 2, dan mencapai 97,2 persen pada Siklus 3/re-audit.

Peningkatan tersebut setara dengan sekitar 34 poin persentase dari kondisi awal. Selain itu, jumlah temuan risiko tinggi dalam observasi menurun dari enam temuan pada baseline menjadi nol pada evaluasi lanjutan.

Capaian pada tiga SOP prioritas juga menunjukkan hasil menggembirakan, yakni kepatuhan pemasangan infus mencapai 100 persen, perawatan luka 100 persen, dan pemberian obat injeksi 95,9 persen.

Hasil tersebut menjadi bukti awal bahwa kombinasi audit terstruktur, pembinaan langsung, dan pemantauan berkelanjutan mampu mendorong perbaikan kepatuhan SOP pada ruang percontohan.

Membangun Budaya Keselamatan melalui Kolaborasi

Keberhasilan implementasi SIAP-SOP tidak terlepas dari dukungan pimpinan rumah sakit serta kolaborasi lintas unit, termasuk Bidang Keperawatan dan Kebidanan, Komite Mutu dan Keselamatan Pasien, Komite Keperawatan, kepala ruangan, auditor, Champions SOP, dan tim IT/SIMRS.

Melalui semangat gotong royong, seluruh unsur pelaksana didorong untuk memandang audit bukan sebagai sarana mencari kesalahan, melainkan sebagai bagian dari proses pembelajaran, penguatan kompetensi, dan peningkatan mutu pelayanan.

Ke depan, hasil implementasi di Ruang Bengkirai dan Benggris diharapkan menjadi dasar pengembangan SIAP-SOP secara berkelanjutan pada unit pelayanan lainnya, disertai penguatan monitoring, evaluasi, dan pembinaan kepatuhan.

SIAP-SOP bukan sekadar inovasi sistem audit, melainkan upaya membangun budaya keselamatan pasien melalui perubahan perilaku, penguatan kompetensi, dan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik.

MENGAWAL STANDAR, MEMBINA KEPATUHAN, MENJAGA KESELAMATAN PASIEN.

RSUD HARAPAN INSAN SENDAWAR — GIVING THE BEST.

 

Kembali





Contact Info

Jl. Hasanudin, Sekolaq Joleq, Kec. Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur

hismail@kutaibaratkab.go.id

0811-5915-158 - HUMAS



Flag Counter

Peta

© 2018, Allright reserved. RSUD. HIS |